Keyahudian Paulus


Pendahuluan

Paulus lahir dikota Tarsis didaerah Kilikia ( Kis 9:11,22:3). Sesuai dengan kebiasaan pada waktu itu untuk orang Yahudi yang tinggaldi luar Israel, maka da diberi dua nama ketika dia disunat, yaitu nama Romawi dan nama Yahudi. Nama Yahudi ialah Saulus dan nama Romawi ialah Paulus.Sesuai dengan tradisi orang laki-laki Yahudi, maka Paulus mulai mempelajari Hukum Taurat dan Kitab Perjanjian Lama pada waktu berumur 5 tahun. Akhirnya dia menjadi seorang Farisi yang baik dan tekun.

II. Isi

Paulus adalah seorang Yahudi , Ia bangga terhadap Tarsus, yang merupakan kota pendidikan tinggi serta juga pusat pemerintahan dan perdagangan. Tetapi ia tidak merasa senang dengan kebudayaan di kota itu yang bersifat Yunani dan Kafir. Orang tua Paulus merupakan orang Yahudi dan sekaligus menjadi warga Negara Roma. Walaupun mereka berusaha melindungi Paulus dar pengaruh kafir sewakt remaja, tetapi keadaan kota Tarsusmembuat setiap anak yang cerdas terpengaruh oleh bahasa dan ide-ide kebudayaan Yunani yang Kafir. Pengaruh itu tampak dalam tiga rujukan sastra Yunani oleh Paulus, yakni kepada penyair-penyair Epimenides ( Kis 17:28), Aratus ( Tit 1:12) dan Menander ( 1Kor 15:33)

Sewaktu masih sangat muda, orang tua Paulus memutuskan ia harus menjadi seorangrabi ( guru hukum Taurat). Sebagai seorang anak kecil di Tarsus, ia belajar tentang tradisi-tradisi umat Yahudi melalui pendidikan yang teratur di Sinagoge setempat. Alkitabnya yang pertama kemungkinan besar Septuaginta, teremahan Perjanjian Lama kedalam bahasa Yunani.

Sewaktu tinggal di Tarsus, Paulus jua belajar membuat tenda, sebab setiap murid hokum Taurat dianjurkan mempelajari suau keterampilan disamping menuntut ilmu. Hal ini sangat bermamfaat bagi Paulus pada kemudian hari, sebab dengan demikian dia sanggup memperoleh nafkah sendiri sewaktu melakukan pekerjaan misionernya.

Paulus dikirim dari Tarsus kepusat dunia Yahudi, yakni Yerusalem. Di Yerusalem ia menjadi murid Gamaliel, yang merupakan cucu dan penggnti Rabi Hillel yang tersohor ( Kira-kira tahun60 sM -20 M). Hillel telah mengajarkan suatu bentuk agama Yahudi yang lebih maju dan liberal daripada saingannya, Syammai.

Paulus memperoleh sedikit satu mamfaat besar dari pendidikannya menurut tradisi Hillel. Paulus mencatat kemajuan yang baik dalam studinya di Yerusalem. MenurutPalus sendiri, ia seorang murid yang sangat besahasil ( Gal 1:14). Ia menjadi begitu penting, sehingga ketika orang-orng Kristen diadili oleh karena iman mereka, ia diberi hak” member suara” terhadap mereka, baik dalam jemaat sinagoge ataupun di dewan tertinggi orang Yahudi, yakni Sanhedrin ( Kis 26:10)

Iman Paulus memperlihatkan pengaruh latar belakang Yahudinya. Cara ia menulis, dengan memkai ayat-ayat perjanjian lama untuk ” membuktikan” pokok-pokok teologisnya, langsung diambil dari pendidikannya selaku orang Farisi

Kesadaran Paulus bahwa ia gagal terhadap Allah, justru pada waktu ia mengira telah bekerja untuk Allah, menjadikan dia sebagai seorang Kristen, sangat sadar akankesalahannya. Paulus menanggalkan legalisme yang menetapkan apa yang benar dan apa yang salah dalam rumusan-rumusan yang pasti.Maka ( Filipi 3) semua nilai kehidupannya yang lampau dengan penumpukan pahalanya dan kesombongannya akan keselamatan karena kelahirannya ke dalam umat perjanjian itu nilai lenyap, karena telah menyesatkan dirinya kedalam kepercayaan diri yang salah. Dari kesadaran itulah lahir permusuhan Paulus terhadap anjuran orang Kristen Yahudi tertentu yang yakni bahwa ketaatan pada Taurat dapat digabungkan dengan iman kepada Kristus.

Bagi Paulus , kedua pembenaran itu tidak dapat menerima tuntutan Taurat Yahudi (dengan mematui peraturan makanan dan sunat).

Penelitian sejarah sejak zaman Reformasi, mengakui bahwa teologi Paulus diatas teologi keselamatan . Abad ke 19 menyaksikan pertambahan tekanan pada persekutuan dengan Kristus dalam dunia sebagai segi keselamatan yang utama. Sejak A Schweitzer, dua titik pusat eskatologis , yaitu kematian dan kebangkitan Kristus dan parousia, diakui sebagai kunci untuk memahami makna dari persekutuan dengan Kristus.

Kesimpulan

Pandangan bahwa Paulus lebih daripada Yesus adalah pendiri kekristenan sebagai suatu agama, lepas dari Keyahudian, didasarkan pada perbedan antara pemberitaan Yesus tentang Kerajaan Allah dan keagamaan “penebus dari Paulus” dimana kematian dan kebangkitan Kristus merupakan pokok-pokok pusat dari suatu peribadahan misteri baru.

Paulus tidak mengkuti warisan Yahudinya

Rupanya Paulus dimasa mudanya dipengaruhi oleh yakni agama Yahudi, filsafat Yunani dan agama-agama Rahasia

 

There are no comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: