kitab tesalonika




Tugas Pembimbing PB II

Nama  :


Anry Nababan

Dedi Bakkit Pardosi

Desy Elfrida Sibarani

Heryanto Pakpahan

Josua Aritonang

Laurensus Stumorang

Mey Lisnawati Siagian

Oky Handani Lumban Gaol

Robert M.Siahaan

Sardono Siburian

Tinorva Hutabalian

Dosen : Pdt. B. Sinaga, M.Th

KITAB I  & II TESALONIKA

  1. I. Pendahuluan

Kota Tesalonika didirikan sesudah kemenangan Makedonia, untuk menandai kehidupannya yang baru dari dunia. Dengan cepat Tesalonika mengungguli kota-kota tetangganya yang lebih tua dan menjadi kota besar Makedonia yang utama. Terletak dipersimpangan jalan darat utama dari Italia ke Timur dengan jalan utama dari daerah Laut Egea ke S Danube, maka kedudukannya pada jaman kerajaan Roma terjamin, dan Tesalonika merupakan kota utama sampai hari ini. [1] Kota Tesalonika sangat penting untuk pekerjaan pemberitaan injil dari Paulus. Hidup keagamaan, baik yang kafir maupun yang Yahudi sangat berkembang dan penghormatan ilahi diberikan keapda dewa/I Romawi bukti dari rasa berutang mereka kepada pelinding Romawi. Ada ditemukan perasasti yang menyatakan bahwa pemerintah kota Tesalonika disebut Politarkh[2], suatu sebutan yang tak lazim.[3]

Tesalonika adalah jemaat kedua di daratan Eropa yang dibangun oleh Paulus pada penginjilan II ( Kis 17:1-10). Rasul paulus pergi ke Tesalonika yang terletak 3 hari perjalanan jauhnya dari filipi. Sebuah kota pelabuhan strategis, yang dihuni berbagai suku bangsa: Makedonia, Yunani, Romawi dan Yahudi karena penginjilannya yang sangat berhasil. Selain orang Yahudi, orang-orang kafir termasuk para wanita menjadi percaya akan injil. Kebanyakan dari jemaat Tesalonika adalah golongan masyarakat rendah, yaitu para saudagar dan tukang. Paulus rupanya tidak lama tinggal bersama jemaat Tesalonika, karena orang Yahudi mengusir Paulus secara tidak langsung dengan merekayasa keributan dengan bantuan para preman pasar. Sampai teman Paulus, Gernaus Yason, yang menampung Paulus di rumahnya mendapat ancaman untuk tidak bersahabat lagi dengan Paulus. Pelayanan Paulus sangat berhasil di Tesalonika, dalam waktu singkat Paulus sudah familier dengan jemaat itu, dan rupanya Paulus juga meningkatkan penggembalaan jemaat atau perkunjungan keluarga ( 1 Tes. 2:7-11)

Secara umum, Surat I-II Tesalonika diterima sebagai surat yang ditulis oleh Paulus dan diterima di Korintus tahun 50-51 ( 1Tes 1:1,7; 2:18; 3:1-2; II Tes 1:1). Bahkan surat I Tesalonik diyakini para ahli sebagai surat Paulus yang tertua, bahkan tertua dari seluruh suratnya dalam Perjanjian Baru. Namun sebagian para ahli Perjanjian Baru menggolongkan II Tesalonika pada Deutero Pauline bersama dengan Kolose dan Efesus.[4]

  1. II. Isi

II.1   1Tesalonika

Dikirim dengan asumsi bahwa jemaat Tesalonika yang masih muda itu mengalami berbagai kesulitan setelah ditinggalkan Paulus. Hal itu sejalan dengan laporan-laporan yang disampaikan oleh Timotius bahwa di antara jemaat masih terdapat pemahaman yang salah tentang beberapa pokok kepercayaan Kristen:

  1. Kesalah pahaman tentang parousia:
  2. Sifat malas dengan menanti-nantikan Parousia dengan berpangku tangan tidak melakukan pekerjaan sehari-hari( I Tes. 1:10, 2:12, 19; 3:13; 4:13- 5:11)
  3. Keberadaan orang percaya yang telah meninggal sebelum parousia
  4. Ketidakpastian waktu kedatangan Kristus.
  5. Pengaruh paham kekafiran yang mempengaruhi jemaat

2 .     Pemahaman tentang “ Kerajaan Allah” yang dirasakan tidak sesuai dengan kenyataan dimana terjadi berbagai penghambatan dan kesukaran

3.    Tuduhan-tuduhan terhadap Paulus sebagai tukang sihir yang hidup dari   pertolongan orang yang mempercayainya[5]

II.1.1 Penerima Surat

Dalam bagian pendahuluan surat I Tesalonika, dikatakan bahwa surat ini ditujukan kepada jemaat di Tesalonika (I Tes 1:1).[6] Pada perjalanan kedua, ketika rombongan Paulus meninggalkan Filipi yang diiringi pandangan mata Lidia, Lukas dan teman-teman mereka (Kis 16:40), maka setelah keluar dari pintu kota mereka mengambil jalan raya yang menghubungkan Roma dengan daerah-daerah disebelah Timur. Setelah mereka melalui beberapa kota dan menempuh jarak  lebih kurang 120 KM, mereka tiba di Tesalonika (Kis 17:1). [7] Di Tesalonika untuk pertama kalinya pemberitaan Paulus mendapat banyak pengikut dari golongan masyarakat kelas atas (Kis 17:4).  Sementara itu injil juga sudah diterima dengan hangatnya oleh sejumlah orang (I Tes 1:6;2:13).  Hampir semuanya berasal dari karangan Yahudi (I Tes 1:9).[8]

II.1.2 Tujuan

Surat pertama menekankan bahwa hari Tuhan akan datang seperti pencuri di malam hari, sehingga mereka harus berjaga-jaga (I Tes 5:2;5:6). Namun, hal ini melahirkan suatu keadaan yang tidak sehat sebab orang tidak berbuat apa-apa kecuali berjaga-jaga.[9]

II.1.3 Penulis

Kitab I Tesalonika ditulis oleh Paulus[10]. Ada beberapa hal yang membuktikan bahwa Pauluslah penulisnya, yaitu: 1. Palus memakai “aku” (2:8) dan menyinggung Timotius (3:2,6). [11]

II. 2   2 Tesalonika

Penulisan surat ini dilatar belakangi kondisi jemaat yang semakin tertindas, serta pertentangan hebat soal pengharapan akan penyataan Kerajaan Allah ( Hari Tuhan). Selain menghibur dan menguatkan hati jemaat yang tertindas, surat II Tesalonika juga menjawab atau meluruskan beberapa masalah yang timbul akibat kesalahpahaman terhadap Surat I Tesalonika, antara lain:

  1. Menyangkut tanda-tanda akan kedatangan hari Tuhan, yaitu munculnya pendurhaka dengan berbagai keajaiban dan mujizat-mujizat palsu ( II Tes. 2:1-12)
  2. Menyangkut  ketidakdisiplinan anggota jemaat, yang mengabaikan tanggungjawab sehari-hari ( II Tes 3:6-15)[12].

II.2.1 Penerima Surat

II. 2. 2 Tujuan

Surat kedua ditulis khususnya untuk menghapuskan kesalah pahaman tentang kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Dalam surat yang kedua Paulus menjelaskan tanda-tanda yang akan muncul mendahului kedatangan Yesus yang kedua kalinya (II Tes 2:3-12). Orang-orang Tesalonika mempunyai pandangan yang keliru tentang kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Surat yang kedua berusaha untuk menempatkan semuanya itu secara seimbang dan memperbaiki pandangan-pandangan umat Tesalonika yang begitu bersemangat mengenai kedatangan Yesus yang kedua kalinya.[13]

II.2.3  Penulis

Masalah pokok dalam II Tesalonika adalah mengenai otentisitasnya. Pada tahun 1798 J.E.Christian Schmindt untuk pertama kalinya mempersoalkan otentisitas II Tesalonika. Dan sejak itu soal otentisitas II Tesalonika menyebutkan para ahli, sampai hari ini. Pada tahun 1903, W.Wrede mengarang satu buku khusus mengenai permasalahan ini, yang sampai sekarang masih tetap mempunyai arti, namun soal otentisitas ini tetap belum terselesaikan. Kebanyakan ekseged Jerman berpendapat bahwa II Tesalonika tidak ditulis oleh Paulus. Di luar Jerman kebanyakan orang memandang Paulus sebagai pengarang II Tesalonika.  Alasan untuk mempersoalkan otentisitas II Tesalonika ada dua: 1. Kemiripan literer dengan I Tesalonika, 2. Perbedaan dengan paham eskatologi dengan I Tesalonika. [14]

Dikatakan bahwa surat II Tesalonika tidak ditulis oleh Paulus, melainkan ditulis oleh seorang yang mempunya kesulitan dengan surat I Tesalonika. Bukan berarti bahwa surat II Tesalonika ditulis segera setelah surat I Tesalonika. Sehingga tidak ada kemungkinan bahwa Paulus sendiri akan membaca surat itu, dengan kata lain surat II Tesalonika ditulis sesudah kematian Paulus. Namun jika dilihat di dalam II Tesalonika 2:17, seolah-olah Pauluslah yang menuliskan surat ini. Tetapi yang mau ditekankan dari ayat itu adalah keaslian surat II Tesalonika itu sendiri. Kalau diandaikan bahwa II Tesalonika ditulis oleh Paulus dalam kurun waktu yang sedikit setelah penulisan surat I Tesalonika karena ketergantungan literer, maka ayat ini sangat aneh. Orang Tesalonika yang baru menerima surat dari Paulus, pasti mengetahui bagaimana Paulus menulis sebuah surat, dan mereka juga pasti mengenal tulisan Paulus kembali juga di dalam surat II Tesalonika. [15]

  1. III. Kerangka Sistematika

I Tesalonika

  1. Salam(1:1)
  2. Syukur karena iman dan keteguhan hati orang Kristen di Tesalonika (1:2-10)
  3. Keterangan Paulus mengenai kelakuannya yang baru lalu (2:1-16)
  4. Kejadian-kejadian sejak ia meninggalkan Tesalonika (2:17-3:10)
  5. Doanya agar bisa segera berjumpa kembali dengan mereka (3:11-13)
  6. Nasehat supaya hidup dalam kekudusan dan saling mengasihani  (4:1-12)
  7. Kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya (4:13-5:11)
  8. Nasehat-nasehat umum (5:12-22)
  9. Doa, salam penutup, dan berkat (5:23-28)

II Tesalonika

  1. Salam (1:1-2)
  2. Syukur dan nasehat (1:2-12)
  3. Kejadian-kejadian yang harus mendahului Hari Tuhan (2:1-12)
  4. Lanjutan syukur dan nasehat (2:13-3:5)
  5. Perlunya pengekangan diri (3:6-15)
  6. Doa, salam penutup dan berkat (3:16-18)
  1. IV. Penutup

Kelompok menyimpulkan bahwa II Tesalonika  merupakan pengulangan dari surat I Tesalonika yang ditulis kembali oleh seseorang setelah zaman Paulus. Kelompok lebih setuju bahwa surat II Tesalonika merupakan  surat Deutro Pauline, karena surat II Tesalonika lebih pendek daripada surat I Tesalonika.


[1] J.D.Douglas, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II M-Z,(Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1995), hlm. 467

 

[2] Politarkh adalah pembesar-pembesar kota.

[3] R.F.Browing, Kamus Alkitab,(Jakarta:BPK-GM,2007), hlm.446

[4] Pdt. Dewi Sri Sinaga, M.Th, Pembimbing Perjanjian Baru, ( Pematang Siantar:  STT HKBP, 2002), hlm. 63

[5] Ibid

[6] William, Op. Cit., hlm. 274

[7] M.E.Duyverman, Pembimbing Ke Dalam Perjanjian Baru, (Jakarta:BPK-GM,1992), hlm. 144

[8] Ibid.,hlm.145

[9] William Barclay, Pemahaman Alkitab Setiap Hari Surat Filipi, Kolose, 1 dan 2 Tesalonika, (Jakrta:BPK-GM,2004),hlm.272 hlm.

[10] 1 Tesalonika 1:1

[11] Douglas, Op. Cit., hlm. 467

[12] Op. Cit., hlm 63-64

[13] Ibid., hlm. 273

[14] T. Jacobs, Paulus Hidup, Karya,dan Teologinya, (Jakarta:BPK-GM;Yogyakarta:Kanisius,1983), hlm. 268

[15] Ibid., hlm. 280-281             

%d bloggers like this: